seperti biasa, posting sekedar untuk mendokumentasikan beberapa hal, biar ndak lupa kalo besok-besok butuh lagi, daripada kadaluarsa jugak ini blog.. daripada saya mikir yg ndak2 gara ndak bisa merem jugak..
sebelum membahas tentang replikasi d.base mysql mungkin anda yg sedang membaca artikel ini juga memikirkan kenapa tidak memakai sistem cluster saja daripada memakai replikasi. well, sistem cluster mysql memang menawarkan sesuatu yg luar biasa jika kita membicarakan tentang performance dan availability tapi tetap saja ada kelemahan dalam beberapa hal, dimana menjadikan sistem replikasi mysql terlihat lebih baik. daripada berpanjang lebar silahkan anda baca disini, dibaca sante saja ndak usah serius-serius.
Sekedar informasi, konfigurasi ini berjalan untuk platform Mysql 5 on RHEL 5 machine. Mungkin akan sedikit berbeda atau bahkan sama persis untuk platform yang lain.
Asumsi yang dipakai dalam hal ini adalah anda sudah memiliki 2 dbase yg sama di 2 mesin yang dipakai, kepanjangan kalo saya jelasin juga.. hehe.. reply aja posting ini kalo masih bingung.
1. Configure the Master Replication
- Langkah pertama, kita akan mengubah file konfigurasi mysql yaitu my.cnf (cari saja, lokasi nya akan berbeda di tiap system),
- Hilangkan tanda “#” bila konfigurasi berikut telah ada, atau anda dapat langsung menambahkan konfigurasi berikut:
- log-bin=mysql-log.bin
- binlog-do-db=namadb
- server-id=1
- Restart service mysq dengan syntax :
- service mysqld restart
- Masuklah ke d.base master dengan user root :
- mysql -u root -p
- Segera tambahkan privileges untuk user yang akan melakukan proses replikasi :
- grant replication slave on *.* to ‘user_slave’@'host-slave’ identified by ‘passwd_slave’;
- flush privileges;
- Untuk melihat status master gunakan syntax :
- show master status; -> akan menampilkan file log, posisi master data, nama db yang akan direplikasi
- quit aja kalo udah, selesai lah konfigurasi untuk sisi master replication nya, lanjuuuuuut….
2. Configure the Slave Replication
Saya ingatkan lagi, Asumsi yang dipakai dalam hal ini adalah anda sudah memiliki 2 dbase yg sama di 2 mesin yang dipakai, lanjut lagi ke konfigurasi slave,
- Langkah pertama ini sama ketika akan membuat Master, buka file konfigurasi mysql yaitu my.cnf (cari saja, lokasi nya akan berbeda di tiap system),
- Hilangkan tanda “#” bila konfigurasi berikut telah ada, atau anda dapat langsung menambahkan konfigurasi berikut:
- server-id=2
- master-host=IP-MASTER
- master-user=user_slave
- master-password=passwd_slave
- master-connect=60
- replicate-do-db=namadb
- Restart service mysq dengan syntax :
- service mysqld restart
- Masuk ke d.base dengan user root :
- mysql -u root -p
- kemudian kita lihat status dari slave dengan mengetikkan syntax :
- show slave status \G; -> just helped you to watch the detail
- ini kan menampilkan data berupa, status koneksi, posisi master data, IP master dll
- perhatikan isi dari field Position, isinya harus sama antara master dan slave, selain itu settingan lainnya juga harus sama isi datanya, antara master dan slave
Selesai sudah, sekarang apapun yg terjadi di master akan tereplikasi atau di execute juga di slave.
Ini adalah konfigurasi standart untuk replikasi mysal, antara 2 Node dan 1 Master,
Semoga ndak males untuk nulis konfigurasi lain ttg replikasi.
dan sekarang saya masih belum tidur jugak.. fyuuh..
matur nuwun.
Tags: database, mysql, mysql replication


One comment
Leave a reply